Selasa, 15 Desember 2015

teori perkembangan kognitif vygotsky



Teori Perkembangan kognitif vygotsky

A.    teori Kognitif menurut vygotsky

Lev Vygotsky (1896-1934) berpendapat bahwa perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda, tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendiri dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri (teori-teori psikologi, halaman 154). Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan.
Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual, sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Namun, anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan, berfikir dan menyelesaikan masalah.
            Vygotsky berasumsi” setiap fungsi perkembangan kultural anak muncul dua kali: tingkat sosial dan tingkat individual.pertama-tama di antara (interpsikologi) dan kemudian (intra psikologi). Dengan kata lain, proses-proses mental yang lebih tinggi pertama-tama di konstruksikan selama kegiatan-kegiatan bersama antara anak dengan orang lain. Setelah itu proses-proses itu di internalisasikan oleh anak dan menjadi bagian perkembangan kognitif anak.(pendidikan anak usia dini, halaman 225)

            ZONA PERKEMBANGN PROKSIMAL

Meskipun pada akhirnya anak;anak mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari, vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Vygotsky menyebut bahwa perbedaan antara hal-hal yang bisa di pelajari sendiri oleh anak dan hal-halyang mungkin di peajari lewat interaksi dengan orang lain sebagai zona perkembangan proksimal. Vygotsky lebih menekankan orang lainlah yang mengarahkan anak cara untuk menggali kemampuan dirinya.
Seiring dengan berkembangnya anak melalui zona perkembangan proksimal atau siklus pembelajaran ini, pengarahanpun berkurang.awalnya, pengarahan jelas dan terincilah yang di butuhkan selanjutnya petunjuk dan saranlah yang di perlukan untuk membantu perkembangan anak.( teori-teori psikologi, hal 155)

PENDEKATAN VYGOTSKY PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pandangan Perkembangan Budaya – Sejarah
            Lev Vigotsky adalah seorang psikolog berkebangsaan Rusia yang meyakini bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak. Menurut Vygotsky, anak kecil tidak mampu berpikir abstrak karena bagi mereka, meaning (makna) dan objek berbaur menjadi satu. Vygotsky sangat dikenal sebagai seorang ahli psikologi pendidikan yang memperkenalkan teori sosiobudaya. Teori yang dinyatakan oleh Vygotsky ini merupakan teori gabungan antara kognitif dengan sosial. Teorinya ini juga menyatakan bahwa perkembangan kanak-kanak bergantung kepada interaksi kanak-kanak dengan orang ada di sekitarnya yang menjadi alat penyampaian sesuatu budaya yang membantu mereka membina pandangan tentang sekelilingnya.( teori-teori psikologi, hal 154-155)
Pendekatan Vygotsky oleh para penganut teori Vygotsky itu sendiri dianggap sebagai pendekatan budaya – sejarah. Sejarah merujuk pada gagasan Vygotsky yaitu untuk benar – benar memahami proses psikologi yang unik pada manusia, seseorang harus mempelajari sejarah perkembangan proses ini. Sejarah ini memadukan dua aspek yang berbeda namun saling terkait yaitu sejarah perorangan atau ontogeny dan sejarah umat manusia atau filogeni. Menurut Vygotsky proses psikologi yang telah berkembang sepenuhnya sulit untuk dipelajari karena umumnya berada dalam bentuk yang terinternalisasi dan terlipat atau menurut istilah Vygotsky sendiri terfosil dimana banyak komponen proses yag tidak bias terlihat dengan mudah. Sebaliknya proses yang sedang berkembang masih memiliki komponen luar yang luas dan oleh karena itu dapat diakses untuk diamati yang memberikan pandangan kepada para peneliti mengenai sifat proses ini. para penganut teori Vygotsky percaya bahwa mempelajari proses membaca dari perspektif sejarah pribadi seseorang memungkinkan kita untuk memahami proses ini dengan lebih baik, begitu juga komponen dan dinamisannya.  Dalam cara yang sama, penelitiannya sejarah kemampuan membaca menulis umat manusia – mulai dari penulisan simpul suku Inca kuno hingga pictogram dan hieroglif mesir kuno hingga system abjad menunjukkan hubungan antara fungsi ujaran tertulis dan proses yang terlibat dalam penguasaan kemamapuan menulis.
Vygotsky lebih banyak berfokus pada komponen budaya beragam tanda dan symbol yang berfungsi sebagai peranti budaya dan peran mereka dalam perkembangan proses mental manusia yang unik yang ia sebut sebagai fungsi mental yang lebih tinggi. Budaya muncul dalam pendekatan budaya sejarah adalah saat para penganut teori Vygotsky memandang konteks sosiokultural khusus pembelajaran dan perkembangan untuk melihat bagaimana peranti budaya khusus serta praktik budaya khusus yang digunakan untuk mengajar dan mempelajari hal ini memengaruhi perkembangan fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri perseorangan atau dalam kelompok tertentu.

Peranan bahasa menurut pendapat vygotsky
Vygotsky lebih banyak menekankan bahasa dalam perkembangan kognitif. Bagi vygotsky ini baasa berkembangan dari interaksi sosial dengan orang lain. Awalnya fungsi satu-satunya bahasa adalah komunikasi. Bahasa dan pemikiran berkembang sendiri-sendiri, tetapi selanjutnya anak mendalami bahasa dan belajar menggunakan sebagai alat ntuk membantu memecahkan masalah.(teori-teori psikologi, hal 155-156)
Pengaruh teori vygotsky terhadap gaya pembelajaran
Berbeda dengan piaget, vygotsky ingin menerapkan pemikirannya secara langsung pada pendidikan. Hasil karya vygotsky dapat di sjajarkan dengan seorang ahli psikologi perkembangan kognitif masa kini. Adapun pengaruh teorinya dalam pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Walaupun anak di libatkan dalam pembelajran aktif, guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak.
2.      Secara khusus vygotsky mengemukakan bahwa di samping guru, teman sebaya juga berpengaruh penting pada perkembangan kognitif anak.
3.      Gagasan tentang kelompok kerja kreatif di perluas menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya, yaitu seorang anak mengajari anak lainnya yang agak tertinggal dalam pembelajaran.

B.     CARA GURU PENERAPKAN TEORI VYGOTSKY DALAM KELAS ANAK USIA DINI

1.      Guru meningkatkan dan membantu perkembangan dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang merupakan kegiatan utama bagi usia mereka, seperti permainan peran.
2.      Dalam menerapkan teori vygotsky ini guru harus banyak melibatkan anak secara aktif namun guru harus mampu mengarahkan dengan baik.
3.      Mengadakan diskusi kelompok dalam kegiatan anak usia dini, karena dengan diskusi tersebut memungkinkan terjadinya komunikasi yang baik di antara anak.
Contoh: bagi anak yang tidak bisa mengerjakan suatu tugas bisa saja anak lain yang ada dalamkelompok tersebut mengajarkannya.
4.      Guru harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik kegiatan-kegiatan anak usia dini.














Dafatar pustaka
Dadan.suryana.2013.pendidikan anak usia dini:unp press.padang
Jarviss.matt.2000.teori-teori psikologi:nusa media.bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar