Sabtu, 29 Agustus 2015

puisi



Lautan hati
Embun pagi selalu menyapaku dengan senyuman
Terik matahari memberi seribu tetesan makna
Lambat laun aku selalu berjalan
Berjalan di atas derasnya hujan di siang yang indah dan menawan
Aku akan selalu tersenyum
Wahai senja yang kelam…..
Tak pernah aku sadari ternyata aku sudah berada di penghujung malam
Kita akan berpisah di sini
Di tempat kita memadu kasih
Di tempat kita  merayu
Di tempat di mana kau kenalkan aku
Antara  cinta, rindu, benci, dan sakit…..
                                                                                               










 SUNYI


Malam ini aku duduk di antara kehampaan dan kesunyian malam
Ku tarik lembaga hasrat ke dalam satu tujuan
Tujuan yang hari ini terasa jauh dari gengaman
Aku ingin berjalan dengan satu arah
Arah yang akan membawaku pada suatu tujuan hidup yang indah dan menawan
Kenapa aku harus tersedu?
Mengapa aku harus menangis?
Ini adalah hidup yang indah
Dengan sejuta derita penuh makna
Air mata hanya akan membuat hati terluka dan merana
Jauh dari pandangan mata
Ada sesuatu hal yang indah
Direncanakan Yang Kuasa untukku……
                                                                                                                










 MALAM


Senandung bernyayi di gelap malam
Rintik hujan dan dersis angin silih berganti menerpa
Kesunyian mencekam
Rembulan malam bericara
Kapan malam gelap ini akan berlalu?
Suara pekik tawa 
Rembulan kecewa
Dan hari ini malam gelap tanpa rembulan menyinarinya………..