Selasa, 15 Desember 2015

teori perkembangan kognitif vygotsky



Teori Perkembangan kognitif vygotsky

A.    teori Kognitif menurut vygotsky

Lev Vygotsky (1896-1934) berpendapat bahwa perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak tidak berkembang dalam suatu situasi sosial yang hampa. Vygotsky adalah pengagum Piaget. Walaupun setuju dengan Piaget bahwa perkembangan kognitif terjadi secara bertahap dan dicirikan dengan gaya berpikir yang berbeda-beda, tetapi Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendiri dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri (teori-teori psikologi, halaman 154). Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan.
Penekanan Vygotsky pada peran kebudayaan dan masyarakat di dalam perkembangan kognitif berbeda dengan gambaran Piaget tentang anak sebagai ilmuwan kecil yang kesepian. Piaget memandang anak-anak sebagai pembelajaran lewat penemuan individual, sedangkan Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak. Menurut Vygotsky, anak-anak lahir dengan fungsi mental yang relatif dasar seperti kemampuan untuk memahami dunia luar dan memusatkan perhatian. Namun, anak-anak tak banyak memiliki fungsi mental yang lebih tinggi seperti ingatan, berfikir dan menyelesaikan masalah.
            Vygotsky berasumsi” setiap fungsi perkembangan kultural anak muncul dua kali: tingkat sosial dan tingkat individual.pertama-tama di antara (interpsikologi) dan kemudian (intra psikologi). Dengan kata lain, proses-proses mental yang lebih tinggi pertama-tama di konstruksikan selama kegiatan-kegiatan bersama antara anak dengan orang lain. Setelah itu proses-proses itu di internalisasikan oleh anak dan menjadi bagian perkembangan kognitif anak.(pendidikan anak usia dini, halaman 225)

            ZONA PERKEMBANGN PROKSIMAL

Meskipun pada akhirnya anak;anak mempelajari sendiri beberapa konsep melalui pengalaman sehari-hari, vygotsky percaya bahwa anak akan jauh lebih berkembang jika berinteraksi dengan orang lain. Anak-anak tidak akan pernah mengembangkan pemikiran operasional formal tanpa bantuan orang lain. Vygotsky menyebut bahwa perbedaan antara hal-hal yang bisa di pelajari sendiri oleh anak dan hal-halyang mungkin di peajari lewat interaksi dengan orang lain sebagai zona perkembangan proksimal. Vygotsky lebih menekankan orang lainlah yang mengarahkan anak cara untuk menggali kemampuan dirinya.
Seiring dengan berkembangnya anak melalui zona perkembangan proksimal atau siklus pembelajaran ini, pengarahanpun berkurang.awalnya, pengarahan jelas dan terincilah yang di butuhkan selanjutnya petunjuk dan saranlah yang di perlukan untuk membantu perkembangan anak.( teori-teori psikologi, hal 155)

PENDEKATAN VYGOTSKY PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Pandangan Perkembangan Budaya – Sejarah
            Lev Vigotsky adalah seorang psikolog berkebangsaan Rusia yang meyakini bahwa bermain mempunyai peran langsung terhadap perkembangan kognisi seorang anak. Menurut Vygotsky, anak kecil tidak mampu berpikir abstrak karena bagi mereka, meaning (makna) dan objek berbaur menjadi satu. Vygotsky sangat dikenal sebagai seorang ahli psikologi pendidikan yang memperkenalkan teori sosiobudaya. Teori yang dinyatakan oleh Vygotsky ini merupakan teori gabungan antara kognitif dengan sosial. Teorinya ini juga menyatakan bahwa perkembangan kanak-kanak bergantung kepada interaksi kanak-kanak dengan orang ada di sekitarnya yang menjadi alat penyampaian sesuatu budaya yang membantu mereka membina pandangan tentang sekelilingnya.( teori-teori psikologi, hal 154-155)
Pendekatan Vygotsky oleh para penganut teori Vygotsky itu sendiri dianggap sebagai pendekatan budaya – sejarah. Sejarah merujuk pada gagasan Vygotsky yaitu untuk benar – benar memahami proses psikologi yang unik pada manusia, seseorang harus mempelajari sejarah perkembangan proses ini. Sejarah ini memadukan dua aspek yang berbeda namun saling terkait yaitu sejarah perorangan atau ontogeny dan sejarah umat manusia atau filogeni. Menurut Vygotsky proses psikologi yang telah berkembang sepenuhnya sulit untuk dipelajari karena umumnya berada dalam bentuk yang terinternalisasi dan terlipat atau menurut istilah Vygotsky sendiri terfosil dimana banyak komponen proses yag tidak bias terlihat dengan mudah. Sebaliknya proses yang sedang berkembang masih memiliki komponen luar yang luas dan oleh karena itu dapat diakses untuk diamati yang memberikan pandangan kepada para peneliti mengenai sifat proses ini. para penganut teori Vygotsky percaya bahwa mempelajari proses membaca dari perspektif sejarah pribadi seseorang memungkinkan kita untuk memahami proses ini dengan lebih baik, begitu juga komponen dan dinamisannya.  Dalam cara yang sama, penelitiannya sejarah kemampuan membaca menulis umat manusia – mulai dari penulisan simpul suku Inca kuno hingga pictogram dan hieroglif mesir kuno hingga system abjad menunjukkan hubungan antara fungsi ujaran tertulis dan proses yang terlibat dalam penguasaan kemamapuan menulis.
Vygotsky lebih banyak berfokus pada komponen budaya beragam tanda dan symbol yang berfungsi sebagai peranti budaya dan peran mereka dalam perkembangan proses mental manusia yang unik yang ia sebut sebagai fungsi mental yang lebih tinggi. Budaya muncul dalam pendekatan budaya sejarah adalah saat para penganut teori Vygotsky memandang konteks sosiokultural khusus pembelajaran dan perkembangan untuk melihat bagaimana peranti budaya khusus serta praktik budaya khusus yang digunakan untuk mengajar dan mempelajari hal ini memengaruhi perkembangan fungsi mental yang lebih tinggi dalam diri perseorangan atau dalam kelompok tertentu.

Peranan bahasa menurut pendapat vygotsky
Vygotsky lebih banyak menekankan bahasa dalam perkembangan kognitif. Bagi vygotsky ini baasa berkembangan dari interaksi sosial dengan orang lain. Awalnya fungsi satu-satunya bahasa adalah komunikasi. Bahasa dan pemikiran berkembang sendiri-sendiri, tetapi selanjutnya anak mendalami bahasa dan belajar menggunakan sebagai alat ntuk membantu memecahkan masalah.(teori-teori psikologi, hal 155-156)
Pengaruh teori vygotsky terhadap gaya pembelajaran
Berbeda dengan piaget, vygotsky ingin menerapkan pemikirannya secara langsung pada pendidikan. Hasil karya vygotsky dapat di sjajarkan dengan seorang ahli psikologi perkembangan kognitif masa kini. Adapun pengaruh teorinya dalam pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Walaupun anak di libatkan dalam pembelajran aktif, guru harus secara aktif mendampingi setiap kegiatan anak.
2.      Secara khusus vygotsky mengemukakan bahwa di samping guru, teman sebaya juga berpengaruh penting pada perkembangan kognitif anak.
3.      Gagasan tentang kelompok kerja kreatif di perluas menjadi pengajaran pribadi oleh teman sebaya, yaitu seorang anak mengajari anak lainnya yang agak tertinggal dalam pembelajaran.

B.     CARA GURU PENERAPKAN TEORI VYGOTSKY DALAM KELAS ANAK USIA DINI

1.      Guru meningkatkan dan membantu perkembangan dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan yang merupakan kegiatan utama bagi usia mereka, seperti permainan peran.
2.      Dalam menerapkan teori vygotsky ini guru harus banyak melibatkan anak secara aktif namun guru harus mampu mengarahkan dengan baik.
3.      Mengadakan diskusi kelompok dalam kegiatan anak usia dini, karena dengan diskusi tersebut memungkinkan terjadinya komunikasi yang baik di antara anak.
Contoh: bagi anak yang tidak bisa mengerjakan suatu tugas bisa saja anak lain yang ada dalamkelompok tersebut mengajarkannya.
4.      Guru harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik kegiatan-kegiatan anak usia dini.














Dafatar pustaka
Dadan.suryana.2013.pendidikan anak usia dini:unp press.padang
Jarviss.matt.2000.teori-teori psikologi:nusa media.bandung

teori perkembangan vygotsky

teori perkembangan vygotsky

Kamis, 03 Desember 2015

teori perkembangan kognitif dan fisik




Teori Perkembangan Kognitif dan Fisik AUD


A.    Teori Perkembangan Kognitif

1.      Teori Piaget


  •  Teori

Jean Piaget menekankan bahwa anak-anak membangun secara aktif dunia kognitif mereka informasi tidak sekadar dituangkan ke dalam pikiran mereka dari lingkungan. Seorang anak melalui serangkaian tahap pemikiran dari masa bayi hingga masa dewasa.
Dalam Rini hildayani (2008 : 3.5 ) piaget mengemukakan beberapa proses yang dilalui anak dalam membangun dunia kognitifnya , yaitu :

·         Skema
Piaget menyebutkan bahwa segala sesuatu yang dipelajari oleh individu dan berhasil dilakukan , diorganisasikan sebagai suatu skema, yaitu sekumpulan pikiran atau kegiatan yang sama serta terorganisasi . pada awalnya skema anak secara alamiah sebagian besar berbentuk perilaku. Dengan berlalunya waktu , skema tersebut berubah menjadi operasi mental dan akhirnya berubah menjadi abstrak .
Contoh : rani berusia 5 tahun mungkin memiliki skema mengidentifikasi kucing, bisa berdasarkan jumlah kaki, warna bulu, suara yang ditimbulkan dan makanan yang digemari

·         Adaptasi
Pada tahap skema , perolehan pengetahuan anak makin bertambah karena melakukan percobaan, penemuaan baru, dan modifikasi cara berfikir lama untuk digabungkan dengan pengetahuan baru. Sehingga dengan begitu seseorang harus memiliki kemampuan untuk menangani informasi baru melalui cara-cara yang disebut piaget sebagai adaptasi . menurut piaget , adaptasi tersebut terdiri dari dua kegiatan , yaitu asimilasi dan akomodasi
a.       Asimilasi
Mengacu pada kemampuan seseorang untuk menerima informasi baru dan mencocokkannya dengan struktur yang sudah ada . misalnya, raka mengetahui bahwa binatang berkaki empat itu kucing. Tiba-tiba dia melihat binatang berkaki empat berjalan dihadapannya, ia akan menyebut binatang itu sebagai kambing.
b.      Akomodasi
Akomodasi terjadi ketika seorang anak memaknai suatu objek atau informasi baru hanya mengandalkan skema yang sudah mereka miliki . dalam hal inilah akan terjadi proses akomodasi, yaitu anak akan memodifikasi atau mengubah skema struktur kognitif yang sudah ada untuk disesuaikan dengan objek atau informasi baru dan membentuk skema baru agar sesuai.
Misalnya raka melihat hewan berkaki empat itu sebagai kucing, lalu ibu raka melihat dan memperbaiki pengetahuan yang dimiliki raka dengan mengatakan “bukan nak, itu kambing. Lihat ia punnya jenggot, badannya besar dan bunyinya mbek.. mbekk”. Melalui proses ini raka melakukan akomodasi dan membentuk skema baru dalam kognisinya

Dengan kedua proses tersebut ( asimilasi dan akomodasi ) membuat perolehan skema semakin kompleks dan mengalami modifikasi, saling berperan dalam proses perkembangan. Asimilasi dan akomodasi saling bahu membahu seiring dengan makin berkembangnya pengetahuan dan pengertian anak mengenai dunia di sekitar mereka .

·         Ekulibirasi
Tahap terakhir yaitu ekuilibirasi , keadaan ekuilibirasi terjadi saat anak dapat menjelaskan pengetahuan baru berdasarkan skema yang sudah mereka miliki. Misalnya , dalam kasus raka hewan berkaki empat yang lewat dihadapannya sebagai kucing, kemudian ibunya melihat dan memperbaiki pengetahuan yang dimiliki dengan mengatakan bahwa itu kambing. Pada awalnya akan muncul keadaan “tidak nyaman” dalam struktur kognitifnya . naming, setelah ibunya menerangkan perbedaan antara kucing dan kambing berdasarkan ukuran badan , bunyinya , dan cirri-cirinya yang berbeda maka terjadi proses mengatur ulang pada struktur kognitif raka sehingga terbentuk skema baru dan ia menjadi ekuilibirium .

Tahap – Tahap Perkembangan kognitif Piaget 

Tahap perkembangan Piaget dibagi 4 tahap  (Rini Hildayani, dkk ; 2008 : 3.10 ), keempat tahap tersebut adalah sebagai berikut .

1.      Tahap Sensorimotor ( 0 – 2 tahun )
Bayi memahami dunia melalui tindakan fisik dan nyata terhadap rangsang dari luar . perilaku berkembang dari reflek – refleks sederhana melalui beberapa tahap menuju seperangkat skema yang terorganisasi ( perilaku yang terorganiasi )
2.      Tahap praoperasional ( 2 – 7 tahun )
Anak berpikir simbolik dan bahasa mulai jelas terlihat untuk menggambarkan objek dan kejadian , namun cara berpikir anak belum logis dan belum menyerupai cara berpikir orang dewasa .
3.      Tahap operasional konkret ( 7 – 12 tahun )
Cara berpikir logis yang menyerupai orang dewasa mulai muncul , namun masih dibatasi oleh kemampuan penalaran yang sifatnya masih berdasarkan realitas konkret.
4.      Tahap operasi formal ( 12 – dewasa )
Proses berpikir logis sudah meliputi ide – ide abstrak , tidak lagi terbatas pada objek – objek yang bersifat konkret .

2.      Teori Vygotsky 

  • Teori

Vigotsky memandang bahwa system social sangat penting dalam perkembangan kognitif anak. Orang tua, guru dan teman berinteraksi dengan anak dan berkolaborasi untuk mengembangkan suatu pengertian . jadi belajar terjadi dalam konteks social, dan muncul istilah zone proximal development ( ZPD ). ZPD  diartikan sebagai daerah potensial seorang anak untuk belajar, atau suatu tahap dimana kemampuan anak dapat ditingkatkan dengan bantuan orang yang lebih ahli. Daerah ini merupakan jarak antara tahap perkembangan actual anak yang ditandai dengan kemampuan mengatasi permasalahan sendiri. Batas tahap perkembangan potensial dimana harus melalui bantuan orang lain yang mampu.

Berbeda dengan piaget yang memfokuskan pada perkembangan berfikir dalam diri anak ( instrinsik ) , Vigotsky menekankan bahwa perkembangan kognitif seorang anak sangat dipengaruhi oleh social dan kebudayaan anak tersebut. Setiap kebudayaan memberikan pengaruh pada pembentukan keyakinan , nilai, norma kesopanan serta metode dalam memecahkan masalah sebagai alat dalam beradaptasi secara intelektual. Kebudayaanlah yang mengajari anak untuk berfikir dan apa yang seharusnya dilakukan. ( Suryana, Dadan ; 2013:81 )

3.      Teori kognitif Social Bandura

Albert bandura dalam santrock ( 2008 ) adala salah satu arsitek utama teori kognitif social. Dia mengatakan bahwa ketika anak belajar , mereka dapat mempresentasikan dan mentransformasikan pengalaman mereka secara kognitif.
Bandura mengembangkan model determinasi resprokal yang terdiri dari tiga factor utama, yaitu perilaku, person/kognitif , dan lingkungan . factor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pembelajaran. Factor lingkungan mempengaruhi perilaku, perilaku mempengaruhi lingkungan, factor person ( orang / kognitif ) mempengaruhi perilaku , dan seterusnya. Factor – factor tersebut mencakup sikap introvert atau ekstravert , aktif atau pasif, tenang dan cemas, ramah atau bermusuhan . factor kognitif mencakup ekspektasi , keyakinan, strategi, pemikiran, dan kecerdasan.
Dalam model pembelajaran bandura, factor person ( kognitif ) memainkan peran penting. Factor person yang ditekankan bandura pada self efficacy, yakni keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif. Bandura mengatakan bahwa self efficacy berpengaruh besar terhadap perilaku. Misalnya, seorang murid yang self efficacynya rendah mungkin tidak mau berusaha belajar untuk mengerjakan ujian karena dia tidak percaya bahwa  belajar akan bisa membantunya mengerjakan soal .

4.      Sara Smilansky

Sara smilansky adala seorang guru besar di Tel Aviv, University Israel. Smilansky peduli terhadap psikologi anak dan mengemukakan tentang mengembangkan kognitif anak melalui permainan. Diyakini melalui permainan  dan pengalaman nyata membuat anak mempunyai imajinasi . smilansky percaya bahwa pendidikan anak memberikan kerangka terbentuknya perkembangan dasar-dasar pengetahuan , sikap dan keterampilan pada anak. Proses pendidikan dan pembelajaran pada anak hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep-konsep dasar yang memiliki kebermaknaan melalui pengalaman yang nyata, sehingga anak dapa memperoleh pengetahuan baru untuk menunjukkan kreativitas dan rasa ingin tahu secara optimal.
Menurut Smilansky , setiap anak harus mengalami pengalaman bermain yang banyak . anak belajar melalui panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan. Kebutuhan sensorimotorik anak didukung ketika disediakan kesempatan untuk berhubungan luas atau di dalam ruangan. Untuk itu, berikan kesempatan untuk bergerak secara bebas bermain di halaman, di lantai , atau di meja dan di kursi. Smilansky mengemukakan tahapan bermain pada  anak yang meliputi bermain fungsional, Bermain membangun, bermain pura-pura dan bermain dengan peraturan .
Pada intinya bermain sangat mendukung perkembangan kognitif anak, social dan emosionalnya dan juga merupakan kegiatan yang sangat kondusif bagi semua spek perkembangan anak.


B.     Perkembangan Fisik Motorik

1.      Pola Perkembangan Fisik
Dalam Siti Aisyiah, dkk ( 2011: 4.5 ) sebelum bayi dapat berjalan, mereka belajar melakukan sesuatu dengan kedua tangannya. Sebelum bayi terampil menggunakan tangan terlebih dahulu mereka belajar menggerakkan telapak tangan untuk suatu tujuan. Perubahan ini menggambarkan tiga prinsip arah perkembangan yang melengkapi perkembangan fisik, yaitu prinsip pola menyamping dan prinsip membujur serta prinsip dari yang besar ke yang kecil (motorik kasar ke motorik halus) dalam pertumbuhan dan perkembangan motorik. Ketiga prinsip arah perkembangan tersebut diuraikan sebagai berikut:
a.       Prinsip cephalocaudal (kepala sampai ketulang ekor atau membujur)
Menyatakan bawah perkembangan akan berlangsung dari kepala ke bagian bawah tubuh. Jadi bagian embrio kepala otak dan mata berkembang mendahului bagian bawah, menurut perbandingan besarnya diikuti bagian lainnya. Selanjutnya bayi belajar menggunakan tubuh bagian atas, seperti kepala, mata dan mulut sebelum tubuh bagian bawah.

b.      Prinsip proximodistal (dari tengah tubuh menuju ke arah luar tubuh atau menyamping)
Prinsip ini perkembangan yang terjadi pada tubuh bayi adalah dari tubuh bagian tengah ke arah tubuh bagian luar. Kepala dan batang tubuh pada embrio berkembang sebelum anggota badan (tungkai dan lengan) dan telapak tangan dan kaki berkembang sebelum jari tangan dan jari kaki. Pertama bayi mengembangkan kemampuan untuk mengunakan lengan dan kaki bagian atas, kemudian bagian siku dan lutut, kemudian lengan dan kaki bagian baawah dan akhirnya jari tangan dan jari kaki.

c.       Prinsip arah perkembangan dari otot-otot besar (motorik kasar) ke otot-otot halus (motorik halus)
Perkembangan ini merupakan perkembangan otot-otot besar yang berkembang dari leher, badan, tangan dan kaki, sebelum otot-otot kecil yang teradapat pada jari-jari tangan, pergelangan tangan dan perkembangan mata.

2.      Variasi Perkembangan Fisik
Variasi perkembangan fisik meliputi variasi individual dan variasi cultural.
a.       Variasi Individual
Perkembangan sistem tubuh yang terjadi pada diri seorang anak sebagai individu, tidak merata dan tidak serempak. Selain itu pertumbuhan antara satu individu dengan individu lainnya  sangat bervariasi, berbeda dan sama sekali tidak sama. Ada anak yang tinggi, gemuk, pendek, kurus, berambut lurus, berkulit putih, berkulit hitam maupun kuning. Keragaman ini kebanyakan disebabkan oleh faktor keturunan, namun pengalaman lingkungan juga berpengaruh dalam beberapa hal. Misalnya, pengaruh gizi dan nutrisi.

b.      Variasi kultural
Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang dialami anak sangat dipengaruhi oleh kultur. Dapat dilihat dari segi fisik anak Asia, Amerika Selatan dan Afrika memiliki kecendrungan lebih kecil dibandingkan Amerika Utara, Utara Eropa dan Australia.

3.      Pertumbuhan Tinggi dan Berat
Bayi tumbuh sangat cepat pada dua tahun pertama, sering kali berat badan mereka meningkat ketika 4 sampai 6 bulanbahkan berlipat ganda sampai akhir tahun pertama. Usia 3-6 tahun, anak-anak tampak tidak segemuk pada masa sebelumnya dan penampilannya tampak lebih langsing. Walaupun usia 3 tahun pertama pertumbuhan badan tidak secepat sebelumnya, namun tetap terjadi pertambahan tinggi badan.
Ukuran tubuh dipengaruhi oleh beberapa kondisi, diantaranya:
a.       Pengaruh keluarga
b.      Gizi
c.       Gangguan emosional
d.      Jenis kelamin
e.       Suku bangsa
f.       Kecerdasan
g.      Status sosial ekonomi
h.      Kesehatan
i.        Fungsi endokrin
j.        Pengaruh pralahir

4.      Prinsip Perkembangan Fisik
Prinsip-prinsip perkembangan fisik:
a.       Pertumbuhan mempunyai arah
Secara umun perubahan tubuh berlangsung dari tubuh bagian atas ke bagian bawah/membujur dan menyamping/ dari tengah tubuh ke bagian luar tubuh.

b.      Pertumbuhan bergerak dari umum ke khusus
Prinsip ini menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan fisik bergerak maju dari umum ke khusus. Gerakan bayi berlangsung dari gerakan motorik kasar menuju gerakan motorik halus.

c.       Pertumbuhan terjadi secara beragam dan terpadu
Beragam maksudnya pertumbuhan berhubungan dengan proses kesiapan dan kematangan yang terjadi dalam diri setiap individu dan setiap individu berkembang sesuai dengan dirinya sendiri, tidak sama antara anak yang satu dengan yang lainnya. Setiap bagian tubuh memiliki tempo dan kecepatan irama pertumbuhan masing-masing. Terpadu maksudnya setiap satu kemampuan/keterampilan yang dicapai anak tidak hanya ditentukan oleh satu organ tubuh saja melainkan melibatkan banyak organ dan otot-otot tubuh.

d.      Pertumbuhan berlangsung secara bervariasi
Kecepatan pertumbuhan setiap anak berbeda dan perbedaan ini dapat dilihat dari dua cara, yaitu setiap kecepatan pertumbuhan antara satu anak berbeda dengan anak lainnya dan dalam diri seorang anak terdapat perbedaan dalam pertumbuhan masing-masing organ tubuh.

e.       Pertumbuhan memiliki kecendrungan optimal
Individu akan berusaha mencapai pertumbuhan secara optimal dan setiap organ akan tumbuh ke arah yang optimal pula.
f.       Pertumbuhan berlangsung dalam urutan yang teratur
Pola urutan dalam pertumbuhan dapat ditunjukkan atau terjadi pada hampir semua keterampilan fisik. Urutan pertumbuhan merupakan suatu proses perkembangan yang bersifat alamiah.

g.      Pertumbuhan mengandung bahaya yang potensial
Kadang kala pada setiap usia terdapat bahaya pada beberapa bidang perkembanganyang mengganggu pola perkembangan yang normal. Bahaya ini ada yang berasal dari lingkungan dan ada yang dari dalam diri sendiri.

h.      Pertumbuhan mengalami periode kritis
Periode kritis adalah waktu ketika suatu perkembangan atau pertumbuhan atau keterampilan sangat baik utuk berkembangan. Periode ini disebut pula dengan masa “peka”.

Fungsi utama dari bidang perkembangan fisik adalah terkait kemampuan anak untuk bergerak dan mengendalikan bagian tubuhnya. Proses perbaikan (refinement) perkembangan fisik terkait dengan kematangan pada otak, masuknya input dari sistem sensorik, adanya peningkatan ukuran dan jumlah urat otot, sistem syaraf yang sehat dan kesempatan yang diberikan untuk berlatih. Pandangan psikolog masa kini memperlihatkan juga bahwa lingkungan yaitu pengalaman, memainkan peran yang sangat penting dalam timbulnya keterampilan motorik yang baru.

5.      Prinsip Perkembangan Motorik
Studi yang dilakukan mengenai umur dan urutan perkembangan motorik menghasilkan 5 prinsip perkembangan motorik, yaitu:
a.       Perkembangan motorik bergantung pada kematangan otot dan saraf
Gerakan terampil belum dapat dikuasai anak sebelum mekanisme otot anak berkembang optimal. Misal, untuk dapat berjalan maka otot-otot kaki harus sudah siap untuk menopang tubuh anak dan saraf yang terlibat harus sudah matang.
b.      Belajar keterampilan motorik tidak akan terjadi sebelum anak matang
Pelatihan yang dilakukan sebelum kematangan anak mungkin akan menghasilkan beberapa keuntungan sementara, namun dalam jangka panjang pengaruhnya tidak akan berarti atau nihil.
c.       Perkembangan motorik mengikuti pola yang dapat diramalkan
Perkembangan motorik mengikuti prinsip arah perkembangan dan pola perkembangan motorik yang dapat diramalkan terbukti dari adanya perubahan kegiatan massal ke kegiatan khusus.
d.      Perkembangan motorik dimungkinkan untuk dapat ditentukan
Perkembangan mengikuti pola berdasarkan umur dan rata-rata adalah mungkin untuk menentukan norma bentuk kegiatan motorik berikutnya.
e.       Perbedaan individu dalam laju pertumbuhan motorik
Meskipun terdapat pola untuk perkembangan motorik, namun tiap individu memiliki laju pertumbuhan yang berbeda.
Sebagai seorang anak tumbuh, sistem saraf-nya menjadi lebih matang. Karena ini terjadi, anak menjadi lebih dan lebih mampu melakukan tindakan yang semakin kompleks. Tingkat di mana keterampilan motorik muncul kadang-kadang merupakan kekhawatiran bagi orang tua. Pengasuh sering khawatir tentang apakah anak-anak mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan pada tingkat normal. Sebagaimana disebutkan di atas, harga mungkin agak berbeda. Namun, hampir semua anak-anak mulai memperlihatkan keterampilan motorik ini pada tingkat yang cukup konsisten kecuali beberapa jenis kecacatan hadir.

6.      Jenis keterampilan motorik
Ada dua jenis keterampilan motorik:
  • Bruto (atau besar) keterampilan motorik melibatkan otot-otot yang lebih besar termasuk lengan dan kaki. Tindakan yang membutuhkan keterampilan motorik kasar meliputi berjalan, berlari, keseimbangan dan koordinasi.  Ketika mengevaluasi keterampilan motorik kasar, faktor-faktor yang termasuk ahli melihat kekuatan, otot, kualitas gerakan dan berbagai gerakan.
  • Fine (atau kecil) keterampilan motorik melibatkan otot kecil di jari, jari kaki, mata dan daerah lainnya. Tindakan yang memerlukan keterampilan motorik halus cenderung lebih rumit, seperti menggambar, menulis, memegang benda, melempar, melambai dan penangkapan.
7.      Tahapan Perkembangan Fisik Dan Motorik Aud
1)      Kategori : bayi / inflan ( anak usia 0-1 tahun)
a)      Perkembangan fisik :
·         Pertumbuhan fisik terjadi secara cepat.
·         Waktu tidur lebih banyak.
·         Mulai tumbuh gigi.
b)      Motorik kasar :
·         Mulai menggerakkan dan mengangkan kepalanya.
·         Bertopang pada dua tangan.
·         Dapat berguling atau tengkurap.
·         Mulai duduk sendiri.
·         Dapat berdiri sendiri.
·         Bermain dengan kedua tangan, dan memasukannya ke mulut.
c)      Motorik halus :
·         Mencoba meraih benda disekitarnya.
·         Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain, koordinasi dua tangan dan menggunakan ibu jari untuk memegang benda-benda yang kecil.
·         Tertawa, bergurau.
·         Bermain cilupba.
2)      Kategori : toddler ( anak usia 1- 2 tahun )
a)      Perkembangan fisik :
·         Gizi bertambah.
·         Dapat mengendalikan keinginan untuk BAB atau BAK.
b)      Motorik kasar :
·         Berjalan dengan lancer
·         Berlari maskipun masih kaku.
·         Anak tangga.
·         Menangkap bola dengan 2 tangan.
·         Lompat.
·         Menggunakan sepeda roda tiga.
c)      Motorik halus :
·         Mengambil benda-benda kecil di kotak.
·         Menggunakan tangan untk membuka lembar buku.
·         Dapat mengambil 2 atau 3 buah benda.
·         Mengambil lebih dari 6 buah benda.
·         Mampu melakukan coretan-coretan.
3)      Kategori : preschool ( anak usia 3-5 tahun )1.
a)      Perkembangan fisik :
·         Perkambangan fisik melambat.
·         Selera makan kurang.
·         Tidur 2 sampai 4 jam lalu bangun dengan cepat dapat tertidur lagi.
·         Memiliki perkembangan penampilan, proporsi tubuh, berat, dan panjang badan.
b)      Motorik kasar :
·         Berjalan dengan tangan berayun, mundur dan kaki berjinjit.
·         Berlari dengan seimbang dan dapat berhenti secara tiba-tiba.
·         Melompat untuk menjangkau ke atas atau ke depan.
·         Mengayu sepeda dengan cepat.
·         Menangkap dan melempar bola deengan cepat.3.
c)      Motorik halus :
·         Mengancing baju
·         Dapat menggunakan gunting.
·         Menggunakan kuas, pensil, krayon untuk membuat coretan, bentuk dan gambar.
4)      Kategori : preschool ( anak usia 5-6 )
a)      Motorik Kasar :
·         Berjalan seperti orang dewasa
·         Melompat dengan satu kaki secra bergantian, lompatan panjang, tinggi dan jauh.
·         Menunjukkan kematangan berlari, jarang jatuh, memperlihatkan kecepatanyang semakin bertambah dan dapat mengendalikan.
·         Kematangan memanjat seperti orang dewasa.
·         Mampu mengendarai sepeda roda dua.
b)      Motorik Halus :
·         Dapat mengurus diri sendiri
·         Gambar yang dibuat sifat nya tidak lagi absrak, tetapi lebih menunjuka apayang ada disekitarnya.
·         Dapat menbuat suatu karya dari plastisin seperti: kue dan cacing.
·         Meniru melipat garis sederhana.
·         Meniru melipat kertas sederhana.
·         Belajar menggunting
·         Menyusun menara kubus.

Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi (Hurlock: 1998). Keterampilan motorik anak terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik anak usia 4-5 tahun lebih banyak berkembang pada motorik kasar, setelah usia 5 tahun baru terjadi perkembangan motorik halus.
Pada usia 4 tahun anak-anak masih suka jenis gerakan sederhana seperti berjingkrak-jingkrak, melompat, dan berlari kesana kemari, hanya demi kegiatan itu sendiri tapi mereka sudah berani mengambil resiko. Walaupun mereka sudah dapat memanjat tangga dengan satu kaki pada setiap tiang anak tangga untuk beberapa lama, mereka baru saja mulai dapat turun dengan cara yang sama.
Pada usia 5 tahun, anak-anak bahkan lebih berani mengambil resiko dibandingkan ketika mereka berusia 4 tahun. Mereka lebih percaya diri melakukan ketangkasan yang mengerikan seperti memanjat suatu obyek, berlari kencang dan suka berlomba dengan teman sebayanya bahkan orangtuanya (Santrock,1995: 225)

8.      Masalah Perkembangan Fisik – Motorik  Anak usia 4-6 tahun

a.    Masalah dalam perkembangan fisik
·      Malnutrisi ( kurang gizi )
Anak – anak yang mengalami kekurangan gizi akan tampak pada penampilan fisiknya. Mereka terlihat lebih kurus dan lebih lemah bila dibandingkan dengan anak – anak lain yang memperoleh cukup gizi. Masalah ini juga akan menyebabkan keluhan lain , misalnya bahwa mereka akan memiliki skor tes kecerdasan yang lebih rendah. Mereka juga tampak tidak bergairah dan sering mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian pada pelajaran di sekolah .
Dibutuhkan kombinasi antara pengaturan pola dan asupan makanan pada anak serta kepedulian dan kepekaan orang tua untuk melihat adanya tanda – tanda kurang gizi pada anak.
·      Obesitas
Anak – anak yang mengalami obesitas menjadi tidak popular dan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Disekolah mereka sering menjadi bahan ejekan teman-temannya . gerakan mereka pun kaku dan terbatas sehingga membuat aktivitas fisik mereka tidak selincah teman-temannya.
Melihat bahwa factor utama yang menyebabkan anak mengalami obesitas ialah makan berlebih dan kuran bergerak , maka cara yang paling baik untuk mengurangi obesitas adalah mengatur pola makan dan rajin berolahraga.

b.   Masalah dalam perkembangan motorik
·   Masalah / kesulitan dalam motorik kasar
1.   Ketidakmampuan mangatur keseimbangan
Anak – anak yang mengalami kesulitan dalam mengatur keseimbangan tubuhnya biasanya juga memiliki kesulitan dalam mengontrol gerakan anggota tubuh sehingga terkesan gerakannya ragu-ragu dan tampak canggung. Masalah pengaturan keseimbangan tubuh ini berhubungan dengan sisten vestibular atau system yang mengatur keseimbangan didalam tubuh. Jika tidak segera ditangani , kesulitan ini akan dibawa terus oleh anak sampai saat mereka sekolah dan akan mengakibatkan masalah lain, yaitu dalam hal membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis pada dasarnya berhubungan dengan kemampuan untuk menangkap informasi oleh system keseimbangannya.
Untuk mendeteksi apakah anak mengalami kesulitan dalam pengaturan keseimbangan tubuhnya , hal yang harus dilakukan adalah memperhatikan apakah anak sudah menguasai beberapa keterampilan motorik sesuai dengan tahapan usianya dengan baik .

2.Reaksi kurang cepat dan koordinasi kurang baik
Hal ini dapat dilihat saat anak melakukan permainan yang kompleks , misalnya bermain bola. Namun , ada anak – anak yang lambat bereaksi . koordinasi gerakannya tampak kacau sehingga sering disebut ‘ceroboh’ dan menjadi bahan ejekan teman-temannya. Hal yang menyebabkan masalah reaksi ini karena anak kurang diberi kesempatan untuk berlatih , serta ada kemungkinan anak mempunyai masalah dalam syaraf motoriknya .
·      Masalah / kesulitan dalam motorik halus
1.Belum bisa menggambar bentuk bermakna
Perlu diwaspadai jika anak usia ini belum dapat menggambar beberapa bentuk yang tergabung dengan baik menjadi satu bentuk yang lebih bermakna . misalnya , menggambar manusia, namun antara coretan kepala , badan, dan anggota tubuh yang lain digambar terpisah . maka, kemampuan anak dalam mempersepsi apa yang ada di sekitarnya perlu dipertanyakan.

2.Belum bisa mewarnai dengan rapi
Apabila sampai mendekati usia sekolah cara mewarnai anak seperti coretan warnanya masih banyak yang keluar dari bidang gambar , bahkan anak terkesan tidak peduli dan tidak tampak berupaya untuk menjaga agar coretan warnanya tidak keluar dari bidang gambar , ada kemungkinan ini berhubungan dengan kemampuan lain yang berkaitan dengan koordinasi mata-tangan, seperti menggunting , menempel.(Rini, Hildayani ; 2008 )

9.      Cara meningkatkan keterampilan motorik anak
Ada banyak factor yang dapat mempengaruhi penguasaan keterampilan motorik pada seorang anak . selain factor kematangan alat-alat tubuh , hal yang tidak kalah penting adalah factor latihan dan pengalaman .
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mereka dalam meningkatkan keterampilan motoriknya .
1.      Dunia anak pada usia ini adalah dunia bermain. Beri kesempatan pada anak untuk bermain yang dapat melatih penguasaan keterampilan motorik kasar dan motorik halusnya .
2.      Sediakan peralatan dan lingkungan yang memungkinkan anak melatih keterampilan motoriknya.
3.      Perkenalkan dan latihlah anak dengan sebanyak mungkin jenis keterampilan motorik karena keberhasilan menguasai suatu keterampilan bukan jaminan bagi anak untuk dapat menguasai keterampilan yang lain .
4.      Tidak perlu membedakan perlakuan pada anak laki – laki dan anak perempuan karena sesungguhnya pada usia ini kemampuan dan ketertarikan anak terhadap aktivitas motorik adalah sama .
5.      Jangan menekankan pada kekuatan dan kecepatan , tetapi perhatikan gerakan dan postur tubuh yang benar dalam melakukan aktivitas motorik tersebut .
6.      Sabarlah dalam menghadapi anak karena berkembangnya suatu keterampilan motorik, juga tergantung waktu dan keinginan anak untuk menguasainya. Oleh karenanya, jangan memaksa anak menguasai keterampilan motorik melebihi batas kemampuannya.
7.      Pada dasarnya setiap anak adalah unik . oleh karena itu, jangan membandingkan kemampuan motorik seorang anak dengan anak lain yang seusia dengannya.


Daftar Pustaka

Siti, Aisyiah , dkk. 2011. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Rini, Hildayani,dkk. 2008 . Psikologi Perkembangan Anak . Jakarta : Universitas Terbuka
Suryana, Dadan.2013. Pendidikan Anak Usia Dini. Padang : UNP Press
Konsorsium Sertifikasi Guru.2013. Modul PLPG Guru kelas Paud / TK