Kamis, 03 Desember 2015

teori pekembangan kognitif Sara Smilansky




Teori Perkembangan Kognitif  Sara Smilansky


  •  Biografi

Sara smilansky adala seorang guru besar di Tel Aviv, University Israel. Smilansky peduli terhadap psikologi anak dan mengemukakan tentang mengembangkan kognitif anak melalui permainan. Diyakini melalui permainan  dan pengalaman nyata membuat anak mempunyai imajinasi .


  •   Teori

Smilansky dalam Joan Alamon   percaya bahwa pendidikan anak merupakan hal yang fundamental dalam  memberikan kerangka terbentuknya perkembangan dasar-dasar pengetahuan , sikap dan keterampilan pada anak. Proses pendidikan dan pembelajaran pada anak hendaknya dilakukan dengan tujuan memberikan konsep-konsep dasar yang memiliki kebermaknaan melalui pengalaman yang nyata, sehingga anak dapa memperoleh pengetahuan baru untuk menunjukkan kreativitas dan rasa ingin tahu secara optimal. Pada rentangan usia ini anak akan mengalami masa keemasan/Golden Age dimana anak mulai peka terhadap diri dan lingkungannya dengan melalui stimulasi yang diberikan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotorik, bahasa, sosio emosional dan spiritual.

Menurut Smilansky , setiap anak harus mengalami pengalaman bermain yang banyak . anak belajar melalui panca indranya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan. Kebutuhan sensorimotorik anak didukung ketika disediakan kesempatan untuk berhubungan luas atau di dalam ruangan. Untuk itu, berikan kesempatan untuk bergerak secara bebas bermain di halaman, di lantai , atau di meja dan di kursi. Kebutuhan sensorimotorik anak didukung bila lingkungan baik di dalam maupun di luar ruangan menyediakan kesempatan untuk berhubungan dengan banyak tekstur dan berbagai jenis bahan bermain yang berbeda yang mendukung setiap kebutuhan perkembangan anak

Teori ini merupakan adaptasi tahap perkembangan bermain kognitif dari Piaget dan dia membagi perkembangan bermain kognitif anak atas empat kategori tahapan bermain pada anak usia dini, sebagai berikut:

1.    Bermain Fungsional (Fungcional Play)
Bermain seperti ini ulang Ciri-cirinya adalah sederhana, menyenangkan dengan gerakan berulang-ulang menggunakan alat atau tanpa alat, oleh anak usia sampai 2 tahun. Melalui bermain fungsional atau juga disebut practice play/bermain praktek, anak-anak mulai merasa yakin dan mampu akan tubuh mereka. contohnya: berlari-lari, mendorong dan menarik mobil-mobilan.

2.    Bermain Membangun (Constructive Play)
Bermain konstruktif merupakan bentuk permainan aktif dimana anak membangun sesuatu dengan mempergunakan bahan atau alat permainan yang ada semula bersifat reproduktif artinya anak hanya memproduksi objek yang dilihatnya sehari-hari atau mencontoh gambar atau bentuk yang diberikan. contohnya menyusun puzzle, Lego, atau Balok Kayu.

3.    Bermain Pura-pura (Make-believe play)
Dalam bermain dramatisasi anak-anak menirukan kegiatan orang yang dijumpainya sehari-hari atau berperan/memainkan tokoh-tokoh dalam film kartun atau dongeng. Dimana anak melakukan peran imajinatif atau memerankan tokoh yang dikenalnya melalui film/dongeng/cerita lebih ditekankan pada bermain makro. Contoh dokter-dokteran, polisi-polisian, atau meniru tukang bakso.
Khusus tentang Dramatic play, Smilansky meyakini bahwa bermain melalui dramatic play sangat penting dalam mengembangkan kreativitas, intelektual, bahasa dan keterampilan social dan emosional. Tidak semua anak memiliki pengalaman dramatic play. Melalui dramatic play anak dapat mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah, belajar menampilkan peran yang dapat diterima lingkungannya dan juga keterampilan bersosialisasi agar kelak mampu menyesuaikan diri dengan kelompok social di masyarakat ataupun teman sebayanya.

4.    Bermain dengan peraturan (Game with rules)
Dalam kegiatan bermain ini, anak sudah memahami dan bersedia mematuhi peraturan permainan. Aturan permainan pada awalnya dapat dan boleh diubah sesuai kesepakatan orang yang terlibat dalam permainan aslkan tidak menyimpang jauh dari aturan umumnya, misalnya bermain kartu domino, bermain tali atau monopoli. Jenis bermain seperti ini, mengembangkan koordinasi fisik anak, menghaluskan keterampilan sosial dan berbahasa serta membangun konsep kerja sama dan kompetisi atau lomba.

Pada intinya bermain sangat mendukung perkembangan kognitif anak, social dan emosionalnya dan juga merupakan kegiatan yang sangat kondusif bagi semua aspek perkembangan anak.


  •   Contoh Program Kegiatan Bermain Teori Sara Smilansky


Komponen
Uraian
Rentang Usia
Early childhood (4-5 tahun)
Tujuan
   Anak mampu memahami aturan
   Anak mampu bekerjasama dengan anak lain
   Anak mampu menahan diri
   Anak mampu bersikap toleransi
   Anak mampu bergerak dengan cepat
Materi
Bermain Menjala Ikan (bermain dengan aturan)
Ajaklah anak-anak untuk membayangkan area bermain sebagai kolam ikan yang berisi ikan-ikan yang sangat lincah. Buatlah dua jala ikan, masing-masing terdiri dari tiga anak yang bergandeng tangan memanjang. Anak-anak lain menjadi ikan yang berenang lincah di dalam kolam.
         Pada saat aba-aba dimulai, kedua jala berusaha menangkap ikan-ikan yang berenang.
         Ikan-ikan harus menghindar dari tangkapan itu.
         Ikan yang tertangkap akan menjadi perpanjangan jala. Jika jala sudah menjadi enam anak, maka jala harus dipecah menjadi dua buah jala.
         Setelah permainan berjalan selama lima menit, permainan dihentikan untuk menghitung mata jala yang terbentuk.
         Buatlah lagi dua jala baru, dan permainan dimulai lagi dari awal.
Metode
Praktek langsung
Media
Tubuh anak
Urutan Kegiatan Bermain
1.      Pendidik mengondisikan anak-anak untuk siap bermain
2.      Pendidik menjelaskan cara bermain
3.      Pendidik bersama anak menentukan aturan permainan
4.      Anak-anak diminta untuk mulai bermain
5.      Pendidik mengawasi dan memberikan bantuan/penjelasan jika diperlukan

Daftar Pustaka

Suryana, Dadan.2013. Pendidikan Anak Usia Dini. Padang : UNP Press
(Jackman, Hilda L, 2012, h.21 dan Sujiono, Yuliani Nurani, 2009 hh 118-119)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar