Selasa, 01 Desember 2015

KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK



KOMUNIKASI AKTIF ORANG TUA DAN ANAK

Komunikasi antara orangtua dengan anak harus dibangun secara harmonis untuk menanamkan pendidikan yang baik pada anak. Buruknya kualitas komunikasi orangtua dengan anak berdampak buruk bagi keutuhan dan keharmonisan keluarga. Perkembangan emosi anak dipengaruhi oleh perubahan pola interaksi dan pola komunikasi dalam keluarga. Adapun macam- macam pola komunikasi orangtua pada anak, yaitu:
1.      Authoritarian (otoriter) pola komunikasi ini sikap orangtua untuk menerima sangat rendah, namun kontrolnya sangat dominant sehingga sering terjadi hukuman secara fisik, cenderung emosional dan bersikap menolak. Pola komunikasi otoriter memiliki arus hubungan komunikasi satu arah yang posisinya tidak seimbang. Yaitu anak selalu menjadi komunikan tanpa diberi kesempatan untuk menjadi komunikator.
2.       Permissive (membebaskan) sikap pola komunikasi orangtua untuk menerima tinggi namun kontrolnya rendah, memberikan kebebasan pada anak untuk menyatakan keinginannya. Dalam pola komunikasi ini anak diberikan kebebasan yang berlebihan untuk menentukan tentang segala hal untuk pengambilan suatu keputusan untuk jalan hidupnya serta mengambil suatu keputusan atau tindakan tentang masalah yang baik yang tengah dihadapinya. Kontrol yang diterapkan orangtua pada anak sangat rendah sehingga anak merasa kehilangan sosok yang menjadi contoh dan panutan dalam dirinya sehingga anak berusaha memahami dirinya dengan cara mencari perhatian pada orang lain. Anak akan melakukan pemberontakan jika keinginannya tidak dipenuhi sedangkan orangtua hanya berusaha memenuhi kemauan anak tanpa memahami apa penyebab tindakan anak itu sendiri.
3.      Authoritative (demokratis) sikap orangtua untuk menerima dan kontrolnya tinggi. orangtua memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan buruk. Komunikasi interpersonal yang terjalin diantara orangtua dengan anak bersifat terbuka, hal itu yang menciptakan feedback positif dalam berkomunikasi. Sikap Orangtua yang memahami potensi anak kemudian mengarahkan dan mengembangkan potensi inilah merupakan faktor yang menjadikan anak tersebut memperoleh prestasi.


BIJAK MENDIDIK ANAK

A. Stimulasi kondusif dan positif.
Anak harus diberikan stimulasi positif secara sadar oleh orang tua ataupun lingkungan sekitar. Stimulasi positif dan negatif akan memberikan dampak besar bagi anak apabila orang tua tidak bisa mengendalikannya. Karena anak akan menyerap semua yang diberi atau yang dicontohkan oleh lingkungannya.
Adapun hal yang harus di hindari oleh orang tua yaitu :
1. Tidak memberikan label negatif
Salah memberikan label pada anak, anak malah mengikuti perilaku yang sesuai dengan label tersebut.
2. Memuji berlebihan
Jangan memuji anak secara berlebihan supaya anak tidak sombong, angkuh dan merasa selalu lebih dari orang lain.
B. Mengembangkan kemampuan komunikasi anak
Berkomunikasi merupakan sarana yang baik untuk membangun kecerdasan emosional seseorang, yang diyakini menjadi salah satu faktor utama kesuksesan hidup. Oleh sebab itu orang tua harus belajar mendengarkan anak dan melatih mereka untuk mengungkapkan apa yang mereka ingin sampaikan.
C. Mendidik dengan memberi contoh.
Anak selalu mencontoh apa yang dilakukan orang tua. Untuk itu, berikan contoh yang baik bagi anak.
Menurut Grisanti dkk. (1990:85-102) menyatakan bahwa komunikasi efektif dapat dicapai melalui enam langkah:
1.Pernyataan
            kemampuan orangtua menyampaikan pernyataan akan membuat anak mengerti dan menyadari apa yang dirasakan orangtua.
2.Mendengarkan
            kemampuan orang tua mendengarkan anak secara reflektif akan membantu dirinya dalam membaca,memahami,dan menyadari apa yang telah diperbuat.
3.Menerima perasaan
            kemampuan orangtua menerima perasaan anak,berarti dia memahami dunia anak.
4.Menggunakan fantasi
            kemampuan orangtua menggunakan fantasi dapat mengarahkan dan menuntun anak melalui fantasi-fantasi yang sesuai dengan dunianya.
5.Humor
            kemampuan orangtua melakukan komunikasi yang disertai humor,terutama manakala anak sedang dilanda kegelishan,dan mengembalikan anak pada kondisi normal
Islamic Hypnoparenting adalah seni mendidik anak dengan komunikasi verbal maupun nonverbal yang sangat efektif sehingga setiap perkataan dan nasehat kita didengarkan dan disimpan di pikiran bawah sadar anak sampai ia dewasa. Orang tua yang berhasil menanamkan nilai-nilai kebaikan di piki-ran bawah sadar anak, akan membuat anak terjaga sampai ia dewasa nanti.Karena pikiran bawah sadar merupakan long term memory ( memori jangka panjang ) sehingga apapun yang disimpan di dalam pikiran bawah sadar akan menjadi bagian dari tingkah laku atau akhlak anak.
Sugesti merupakan proses psikologis ketika seseorang membimbing pikiran, perasaan, atau perilaku orang lain. Sugesti yang baik adalah sugesti yang melibatkan emosional atau perasaan yang mendengarkan karena akan diterima di pikiran bawah sadarnya sehingga komunikasi yang dilakukan menjadi efektif. Dalam Hypnoterapy sugesti yang diberikan ini kekuatannya bekerja pada gelombang theta, ini merupakan gerbang pintu masuk alam bawah sadar pada gelombang ini tubuh membentuk hormon melatonin dan catecholamine sehingga orang merasa tenang, nyaman, dan bahagia. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika
memberikan sugesti pada anak :
- hindari kata jangan
- berikan pujian
- hypnotic story telling
Komunikasi Nonverbal yang Powerfull
Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi atau penyampaian pesan yang dilakukan tidak dengan kata-kata atau bahasa verbal, melainkan melalui petunjuk-petunjuk atau tanda-tanda lain yang terjadi pada tubuh seseorang.
Bentuk komunikasi nonverbal yang powerfull diantaranya :
- mengusap kepala
- mencium anak
- memegang pundak
- memeluk
- memangku
- membelai kepala
- menatap mata
- tersenyum

Dalam teori komunikasi ada 3 hal yang sebagai kata kunci dalam berkomunikasi
1.      Sender ( komunikator )orang yang pertama akan mengirim sinyal komunikasi melalui pesan yang akan di sampaikan .
2.      Message ( psan ) pesan yang ingin disampaikan oleh orang yang ingin menyampaikan pesan tersebut. Berupa penjelasan nasehat,harapan atau ide.
3.      Desender ( komunikan ) penerima pesan. Dalam keluarga orang yang akan banyak menerima pesan adalah anak atau orang tua itu sendiri atupun anggota keluarga lainnya yang berada dalam keluarga.


Manfaat komunikasi bagi keluarga 

Ketika kita melakukan proses komunikasi bearti kita tengah melakukan peran sebagai makhluk sosial. Komunikasi bagi individu atau setiasp anggota keluarga bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis.
            Dalam keluarga pastinya banyak pesan yang ingin disampaikan oleh setiap anggota keluarga dari satu ke yang lain terutama pesan dari orang tua terhadap anak. Dengan tujuan agar anak menangkap isi pesan berupa nasehat atau saran orang tua sehingga anak hidupnya selamat dan bahagia dunia akhirat.
Cara – cara komunikasi yang efektif
            Bahasa yang digunakan dalam komunikasi ada yang verbal dan ada yang nonverbal.
Komunikasi verbal : komunikasi dengan menggunakan kata – kata ( bahasa ) baik dalam bentuk lisan maupu tulisan .
Komunikasi nonverbal : komunikasi yang tidak menggunakan kata – kata tetapi dengan menggunakna kata – kata tetapi menggunakan bahasa dan gerakan anggota tubuh seperti anggukan kepala atau lambaian tangan.
Komunikasi akan efektif terhadap peserta didikk atau anak – anak pada saat kita menggunakan bahasa yang sesuai dengan pemahaman mereka.

Prinsip – prinsip komunikasi efektif
a.      Fasih
Mengucapkan kata – kata atau kalimat dengan jelas . agar membantu kelancaran dalam proses komunikasi.

b.      Ringkas
Kalimat yang dituturkan dalam komunikasi hendaknya tidak terlalu panjang lebar.

c.       Mudah dipahami
Banyak orang dalam berkomunikasi menggunakan kata – kata asing sehingga orang yang diajak bicara mengalami kesulitan dalam memahami artinya.

d.      Jujur
Kejujuran dari komunikator akan dapat menimbulkan kesan positif dari kemunikan .

e.       Menarik
Komunikasi akan efektif jika menarik.pendidik sebagai komunikator akan diperhatikan apa – apa yang diucapkan akan menjadi fokus perhatian peserta didik jika diucapkan dengan gaya yang menarik.
Komunikasi verbal yang efektif
a.      Lisan
Orang tua yang mempunyai banyak waktu dirumah dapat menyampaikan informasi atau berinteraksi langsung melalui lisan. Sapaan assallamu’alaikum, selamat pagi, senda gurau aktivitas yang akan atau baru dilalui dapat diceritakan kepada anggota keluarga secara langsung dengan kata – kata melalui lisan .
            Ketika ibu meminta anaknya untuk belajar atu membantu pekerjaan rumah tangga , ia dapat mengucapkan kata – kata langsung melalui instruksi yang singkat dan jelas .

b.      Tulisan
            Bagi orang tua yang tidak memliki waktu cukup untuk berinteraksi dengan sesama anggota keluarga tentu dapat menggunakan komunikasi tulisan. Orang tua sang super sibuk jugadapat berkomunikasi dengan anggota keluarganya yaitu melalui media ( alat ) komunikasi. Telepon, internet, atau alat komunikasi yang lainnya dapat digunakan sebagai penghubung antara satu dengan yang lainnya.
            Komunikasi tulisan dapat dilakukan melalui media ketas dan elektronik .media kertas tersebut dapat digunakan untuk menulis surat.

Komunikasi nonverbal yang efektif .
Komunikasi nonverbal biasanya mapu menyampaikan pesan atau informasi yang tidak dapat di ucap dengan lisan maupun tulisan.bahasa nonverbal dapat dilihat dari ekspresi wajah , gerak tubuh , postur, atau kontak mata.


SUMBER:
“Rahasia Mendidik Anak Cerdas”Wiyono & Obey Angga Nursyahid
 “MENCETAK ANAK UNGGUL” DR. ISKANDAR JUNAIDI
Shochib, Moh.2000.Pola Asuh Orang Tua Dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri.Jakarta: rineka cipta.
Islamic Hypnoparenting Septian El Syakir S.EI. CNLP, CHt, CL
BUKU PENDIDIKAN KELUARGA TEORITIS DAN PRAKTIS,Dr. HELMAWATI,S.E., M. Pd.I







Tidak ada komentar:

Posting Komentar